Tampilkan postingan dengan label IBU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IBU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Januari 2012

Health News BKKBN Genjot Penggunaan IUD



Kompas.com - Untuk mendukung pencapaian target penurunan angka kematian ibu melahirkan sesuai target Tujuan Pembangunan Milenium pada 2015, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan mendorong kampanye penggunaan kontrasepsi jangka panjang seperti IUD (intra uterine device).
Menurut Kepala BKKBN Sugiri Syarief, saat ini pihaknya terus mendorong kampanye IUD semaksimal mungkin. Sugiri menuturkan, kampanye yang dilakukannya telah memberikan hasil walaupun dianggap masih kurang.

"Telah terjadi peningkatan pada tahun 2010 dimana capaian IUD naik 55 persen dibandingkan tahun 2009. Diharapkan pada tahun 2011 naik 20-30 persen," jelasnya dalam acara konferensi pers bertajuk "Penggunaan Kontrasepsi untuk Mengurangi Angka Kematian Ibu di Indonesia," di jakarta (5/7).
Saat ini, penggunaan IUD di Indonesia masih kalah dibandingkan dengan kontrasepsi jenis lain, seperti suntik, pil, dan susuk (implan) KB. Dari 29 juta pemakai alat kontrasepsi di tanah air, hanya 8 persen yang memakai IUD.
Karena itu BKKBN menurut Sugiri akan lebih menonjolkan promosi IUD. Penggunaan IUD lanjut Sugiri bisa menghemat pengeluaran karena harganya yang relatif terjangkau dan aman. Beda halnya dengan susuk KB yang membutuhkan dana cukup besar.
"Kalau implan dipenuhi semua, dibutuhkan anggaran setidaknya 6 triliun dari yang sekarang hanya 3,5 - 4 triliun setiap tahun," katanya.
Ia menambahkan, kurang populernya IUD dibanding implan antara lain karena faktor psikologis.  "Orang menganggap implan itu sebagai susuk KB. Susuk didalam hati orang Indonesia adalah sebuah benda yang bisa menimbulkan kecantikan. Jadi mudah diterima," cetusnya.

Minggu, 15 Januari 2012

MANFAAT ASI



MANFAAT ASI: IBU SEHAT, BAYI KUAT
Dengan memberikan ASI eksklusif selama6 bulan, sederet manfaat akan didapat oleh bayi maupun sang ibu.
Asi Eksklusif

Banyak penelitian telah membuktikan kehebatan ASI. Cairankehidupan ini ditengarai memiliki kandungan gizi, nutrisi, dan antibodi yangpaling lengkap. Salah satu hasil penelitian yang dilakukan di 6 negaraberkembang membuktikan, bayi usia 0-2 bulan yang tidak mendapat ASI eksklusiflebih rentan terkena infeksi pencernaan hingga 400%!
Yang dimaksud dengan ASI eksklusif adalah pemberian ASIselama 6 bulan tanpa dicampur dengan apa pun, termasuk air bening, vitamin danobat.
Bayi yang sakit dan terpaksa harus diberi obat berarti sudah tidakmendapat ASI eksklusif lagi. Namun harap dipahami, pada dasarnya bayi tipiskemungkinan sakit bila 6 bulan pertama dalam kehidupannya mendapat ASI eksklusifsecara benar. Sebab zat antibodi yang terkandung dalam ASI sedemikian sempurnasehingga bisa membentengi bayi dari penyakit apa pun.
Satu hal yang harus diyakini terlebih dulu adalah tiapibu pasti bisa memberikan ASI untuk bayinya. Tuhan Yang Maha Pemurah telahmenciptakan mekanisme produksi ASI begitu rupa sehingga semua bayi padadasarnya bisa memperoleh haknya. Kendala-kendala yang muncul bisa diatasiselama persiapan yang dilakukan dan teknik pemberiannya benar.

MANFAAT ASI BAGI BAYI
Pemberian ASI secara eksklusif (tidak dicampur apa punselama 6 bulan berturut-turut) memberikan sederet manfaat:
* Kesehatan
Kandungan antibodi yang terdapat dalam ASI tetap ampuh disegala zaman. Karenanya, bayi yang mendapat ASI eksklusif lebih sehat dan lebihkuat dibanding yang tidak mendapat ASI. ASI juga mampu mencegah terjadinyakanker linfomamaligna (kanker kelenjar).
ASI juga menghindarkan anak dari busung lapar, sepertiyang marak belakangan ini. Sebab komponen gizi ASI paling lengkap, termasukprotein, lemak, karbohidrat, mineral, vitamin, dan zat-zat penting lain yangbelum terungkap. Apalagi ASI adalah cairan hidup yang mampu diserap dandigunakan tubuh dengan cepat. Manfaat ini tetap diperoleh meski status gizi ibukurang.

* Kecerdasan
Manfaat berikutnya adalah mencerdaskan anak. Dalam ASIterkandung DHA terbaik, selain laktosa yang berfungsi untuk proses mielinisasiotak. Seperti diketahui, mielinisasi otak adalah salah satu proses pematanganotak agar bisa berfungsi optimal. Saat ibu memberikan ASI, terjadi pula prosesstimulasi yang merangsang terbentuknya networking antarjaringan otakhingga menjadi lebih banyak dan terjalin sempurna. Ini terjadi melalui suara,tatapan mata, detak jantung, elusan, pancaran dan rasa ASI.
* Emosi
Saat disusui, bayi berada dalam dekapan ibu. Ini akanmerangsang terbentuknya EI (Emotional Intelligence). Selain itu, ASImerupakan wujud curahan kasih sayang ibu pada buah hatinya. Doa dan harapanyang didengungkan di telinga anak selama proses menyusui pun akan mengasahkecerdasan spiritual anak. 





MANFAAT MEMBERIKAN ASI UNTUK IBU

Selain bermanfaat untuk bayi, proses pemberian ASI jugabermanfaat bagi ibu. Berikut di antaranya:
* Diet alami
ASI eksklusif adalah diet alami bagi ibu. Denganmemberikan ASI eksklusif, berat badan ibu yang bertambah selama hamil akansegera kembali mendekati berat semula. Naiknya hormon oksitosin selagimenyusui, menyebabkan kontraksi semua otot polos, termasuk otot-otot rahim.Nah, karena ini berlangsung terus-menerus, nilainya kurang lebih sama dengansenam perut. Begitu juga aktivitas bangun malam untuk menyusui si kecil yanghaus dan mengganti popok basahnya yang setara dengan olahraga. Belum lagiberbagai kegiatan yang dilakukan di siang hari, seperti, menggendong, memberimakan, mengajak bermain dan sebagainya.
* Mencegah kanker
Jangan salah, ASI bisa mencegah kanker, khususnya kankerpayudara. Pada saat menyusui, hormon estrogen mengalami penurunan. Sementaratanpa aktivitas menyusui, kadar hormon estrogen tetap tinggi dan inilah yangdiduga menjadi salah satu pemicu kanker payudara karena tidak adanyakeseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron.
* Mengurangirisiko anemia
Saat memberikan ASI, otomatis risiko perdarahanpascabersalin berkurang. Naiknya kadar hormon oksitosin selama menyusui akanmenyebabkan semua otot polos mengalami kontraksi. Kondisi inilah yangmengakibatkan uterus mengecil sekaligus menghentikan perdarahan. Harapdiketahui, perdarahan yang berlangsung dalam tenggang waktu lama merupakansalah satu penyebab anemia.
* Manfaat ekonomis
Dengan menyusui, ibu tidak perlu mengeluarkan dana untukmembeli susu/suplemen bagi si kecil. Cukup dengan ASI eksklusif, kebutuhan bayiselama 6 bulan terpenuhi dengan sempurna. Selain tak perlu repot-repotmensterilkan aneka peralatan untuk memberikan susu kepada si kecil.

Gazali Solahuddin. Foto: Ferdi/NAKITA Narasumber:
Dr. I.G.A.N. Partiwi, Sp.A., MARS

Jumat, 13 Januari 2012

Klimakterium dan Menopouse


Kehidupan pada dasarnya merupakan suatu proses perubahan yang kontinyu atau serangkaian perkembangan yang kontinyu dari lahir sampai mati. Jadi perkembangan akan dialami oleh setiap
individu.
Setiap perkembangan mengandung pengertian adanya suatu proses menuju pada suatu kemasakan dan kematangan
yang meliputi aspek jasmaniah, rohaniah dan sosialnya. Bila seorang individu telah mencapai periode kemasakan, baik aspek fisik, psikis maupun sosial, yang umumnya dapat dicapai pada usia remaja - dewasa, maka periode berikutnya adalah tahap kemantapan dan untuk selanjutnya adalah peiode penurunan.
Menjadi tua adalah suatu proses yang merupakan bagian dari kehidupan seseorang, dan sudah terjadi sejak konsepsi dalam kandungan yang berlangsung terus sepanjang kehidupan. Usia lanjut mengandung pengertian adanya perubahan yang progresif pada organisme yang telah mencapai kemasakan, perubahan ini bersifat umum dan irreversible (tidak dapat kembali).
Penurunan kadar estrogen, menyebabkan periode menstruasi yang tidak teratur, dan ini dapat dijadikan petunjuk terjadinya menopause. Ada tiga periode menopause, yaitu:
  1. Klimakterium, yaitu merupakan masa peralihaan anatara masa reproduksi dan masa senium. Biasanya periode ini disebut jga dengan pramenopause.
  2. Menopause, adalah saat haid terakhir, dan bila sesudah manopause disebut pasca menopause.
  3. Senium, adalah periode sesudah pasca menopause, yaitu ketika individu telah mampu menyesuaikan dengan kondisinya, sehingga tidak mengalami gangguan fisik
Yang jadi pertanyaan apakah semua wanita pada masa menopause akan mengalami
  1. Apakah pada masa menopouse akan mengalami gangguan fisik, seksual, sosial dan gangguan psikologis ?
  2. Bagaimanakah gejala- gejala yang muncul ?
  3. Apakah ada wanita yang mengalami menopause tanpa mengalami berbagai keluhanbaik fisik, psikologis dan sosial ?
  4. Bagaimana caranya agar wanita dapat melalui menopause dengan alamiah, relaks, penuh penerimaan, pasrah, dan tawakal?
  5. Bagaiman cara mempersiapkan dan mengatasinya sehingga menopause dapat dilalui dengan penuh semangat dan bergairah?
Berikut ini akan dibahas menganai beberapa aspek dari menopase, sehingga dapat diperoleh pengertian mengenai periode menopause secara obyektif.................................
DOWNLOAD FREE ARTIKEL SELengkapnya pada..............
Makalah Klimakterium dan Menopouse (KLIK HERE)

Kamis, 05 Januari 2012

Nifas / Puerperium


Latar Belakang
Masa nifas atau puerperium dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung kira-kira selama 6 minggu.
Pada masa ini terjadi perubahan-perubahan fisiologis,yaitu:
1. Perubahan fisik
2. Involusi uterus dan pengeluaran lokhia
3. Laktasi /pengeluaran ASI
4. Perubahan psikis
B. Tujuan

Tujuan asuhan masa nifas yaitu :
1. Menjaga Kesehatan ibu dan bayi baik fisik maupun psikologik
2. Melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi pada bayinya dan perawatan bayi sehat.
4. Memberikan pelayanan keluarga berencana.

TINJAUAN TEORI
A. Pengertian
Masa nifas atau puerperium berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari, merupakan waktu yang diperlukan untuk pulihnya alat kandungan pada keadaan yang normal.

B. Perubahan Fisilogi pada Masa Nifas
Pada masa nifas ini akan terjadi perubahan fisiologi, yaitu:
1. Alat genitalia
Alat-alat genitalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil atau sering disebut involusi, selain itu juga perubahan-perubahan penting lain, yakni hemokonsentrasi dan timbulnya laktasi karena lactogenik hormone dari kelenjar hipofisis terhadap kelenjar mammae.

2. Fundus uteri
Setelah janin lahir fundus uteri kira-kira setinggi pusat, segera setelah plasenta lahir, TFU kurang lebih 2 jari di bawah pusat. Pada hari ke-5 post partum uterus kurang lebih setinggi 7 cm di atas symfisis pusat, sesudah 12 hari uterus tidak dapat diraba lagi di atas symfisis.
Dinding uterus sendiri kurang lebih 5 cm, sedangkan pada bekas implantasi plasenta lebih tipis dari bagian lain. Bagian bekas implantasi plasenta merupakan Penanganan suatu luka yang kasar dan menonjol ke dalam kavum uteri, segera setelah persalinan.
Otot-otot uterus berkontraksi setelah post partum. Pembuluh-pembuluh darah yang berada di antara anyaman otot uterus akan terjepit. Proses ini akan menghentikan perdarahan setelah plasenta dilahirkan.
Proses involusi uteri:
Involusi Tinggi fundus Berat uterus
Plasenta lahir Sepusat 1.000 gr
7 hari (1 minggu) Pertengehan pusat dan simfisis 500gr
14 hari (2 minggu) Tak teraba 350gr
42 hari (minggu) Sebesar hamil 2 minggu 50gr
56 hari (minggu) normal 50gr

3. Serviks
Segera setelah post partum bentuk servik agak menganga seperti corong. Bentuk ini disebabkan oleh korpus uteri yang dapat mengadakan kontraksi, sedangkan servik uteri tidak berkontraksi, sehingga seolah-olah pada perbatasan antara korpus dan servik uteri terbentuk semacam cincin.

4. Ligamen
Ligamen-ligamen dan diafragma pelvis serta fasia yang meregang selama kehamilan dan partus, setelah jalan lahir, berangsur-angsur ciut kembali seperti sediakala. Tidak jarang ligamentum rotundum menjadi kendor yang mengakibatkan uterus jatuh ke belakang. Tidak jarang pula wanita mengeluh “kandungannya turun” setelah melahirkan karena ligamenta, fasia, jaringan alat penunjang genetalia menjadi menjadi agak kendor. Untuk memulihkan kembali jaringan-jaringan penunjang alat genitalia tersebut, juga otot-otot dinding perut dan dasar panggul dianjurkan untuk melakukan latihan-latihan tertentu.Pada 2 hari post partum sudah dapat diberikan fisioterapi. Keuntungan lain ialah dicegahnya pula stasis darah yang dapat mengakibatkan trombosis masa nifas.

C. PENANGANAN
Tindakan yang baik untuk asuhan masa nifas normal pada ibu, yaitu:
1. Kebersihan Diri
a. Anjurkan kebersihan seluruh tubuh
b. Mengajarkan ibu bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan sanun dan air. Pastikan bahwa ia mengerti untuk membersihkan daerah di sekitar vulva terlebih dahulu dari depan ke belakang baru kemudian membersihkan daerah sekitar anus. Nasehatkan ubu untuk membersihkan diri setiap kali selesai buang air kecil atau besar.
c. sarankan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya dua kali sehari. Kain dapat digunakan ulang jika telah dicuci dengan baik, dan dikeringkan di bawah matahari atau disetrika.
d. sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya.
e. Jika ibu mempunyai luka episiotomi atau laserasi, sarankan kepada ibu untuk menghindari menyentuh daerah luka.

2. Istirahat
a. Anjurkan ibu untuk istirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan
b. Sarankan ibu untuk kembali ke kegiatan-kagiatan rumah tangga biasa secara perlahan-lahan, serta untuk tidur siang atau beristirahat selagi bayi tidur.
c. Kurang istirahat akan mempengaruhi ibu dalam berbagai hal :
1. Mengurangi jumlah ASI yang diproduksi
2. Memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan
3. Menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayi dan dirinya sendiri.

3. Latihan
a. Diskusikan pentingnya mengembalikan otot-otot perut dan panggul kembali normal. Ibu akan merasakan lebih kuat dan ini menyebabkan otot perutnya
b. menjadi kuat sehingga mengurangi rasa sakit pada punggung.
c. Jelaskan bahwa latuhan-latihan tertentu beberapa menit setiap hari dapat membantu mempercepat mengembalikan otot-otot perut dsan panggul kembali normal, seperti:
1). Tidur telentang dengan lengan di samping, menarik otot perut selagi menarik nafas, tahan nafas ke dalam dan angkat dagu ke dada, tahan satu hitungan sampai lima. Rileks dan ulangi 10 kali.
2). Ubtuk memperkuat otot vagina, berdiri dengan tungkai dirapatkan. Kencangkan otot-otot pantat dan dan panggul tahan sampai 5 kali hitungan. Kendurkan dan ulangi latihan sebsnyak 5 kali.
3). Mulai dengan mengerjakan 5 kali latihan untuk setiap gerakan. Setiap minggu naikkan jumlah latihan 5 kali lebih banyak. Pada minggu ke-6 setelah persalinan ibu harus mengerjakan latihan sebanyak 30 kali.

4. Gizi
Ibu menyusui harus:
a. Mengkonsumsi tambahan 500 kalori setiap hari
b. makan dengan diet berimbang untuk mendapatkan protein, mineral dan vitamin yang cukup
c. minum sedikitnya 3 liter air setiap hari (anjurkan ibu untuk minum setiap kali menyusui)
d. Tablet zat besi harus diminum untuk menambah zat gizi setidaknya selama 40 hari pasca bersalin
e. minum kapsul vit. A (200.000 unit) agar bias memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASInya.

5. Perawatan Payudara
a. menjaga payudara tetap bersih dan kering
b. Mengenakan BH yang menyokong payudara
c. Apabila putting susus lecet oleskan colostrums atau ASI yang keluar pada sekitar putting susu setiap kali seleswai menyusui. Menyusu tetap dilakukan dari putting susu yang tidak lecet.
d. Apabila lecet sangat berat dapat diistirahatkan selama 24 jam. ASI dikeluarkan dan diminumkan dengan sendok.
e. Apabila payudara bengkak akibat bendungan ASI, lakukan:
1). Pengompresan payudara dengan menggunakan kain basah dan hanagat selama 5 menit.
2). Urut payudara dari arah pangkal menuju putting atau gunakan sisir untuk mengurut payudara dengan arah “Z” menuju putting.
3). Keluarkan ASI sebagian dari nagian depan payudara sehingga putting susu menjadi lunak.
4). Susukan bayi setiap 2-3 jam sekali. Apabila tidak dapat menghisap seluruh ASI keluakan dengan tangan.
5). Letakkan kain dingin pada payudara setelah menyusui.
6). Payudara dikeringkan.

6. Hubungan Perkawinan atau Rumah Tangga
Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya ke dalam vagina tanpa rasa nyeri. Begitu darah merah berhenti dan tidak merasakan ketidaknyamanan, aman untuk memulai melakukan hubungan suami istri kapan saja ibu siap.
Banyak budaya mempunyai tradisi menunda hubungan suami istri sampai masa waktu tertentu, misalnya setelah 40 hari atau 6 minggu setelah persalinan. Keputusan tergantung pada pasangan yang bersangkutan.

7. Keluarga Berencana
Idealnya pasangan harus menunggu sekurang-kurangnya 2 tahun sebelum ibu hamil kembali. Setiap pasangan harus menentukan sendiri kapan dan bagaimana mereka ingin merencanakan tentang keluarganya. Namun, petugas kesehatan dapat mem,Bantu merencanakan keluarganyadengan mengajarkan kepada mereka cara mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
Biasanya wanita tidak menghasilkan telur (ovulasi) sebelum ia mendapatkan lagi haidnya selama menyusui. Oleh karena itu, metode amenore laktasi dapat dipakai sebelum haid pertamakembali untukmencegah terjadinya kehamilan baru. Resiko cara ini adalah 2 % kehamilan.
Meskipun beberapa metode KB mengandung resiko, menggunakan kontrasepsi tetap lebih aman, terutama apabila ibu telah haid lagi.
Pada ibu nifas juga ter jadi perubahan psikologi, seperti:
a. Taking in : focus perhatian ibu terutama pada dirinya sendiri, pengalaman waktu melahirkan diceritakannya, kelelahan membuat ibu cukup istirahat untuk mencegah gejala kurang tidur,.
b. Taking hold : ibu merasa khawatir akan ketidakmampuan dan rasa tanggungjawab merawat bayi, perasaan sangat sensitive sehingga mudah tersinggung jadi komunikasi kurang hati-hati, ibu butuh dukungan untuk merawat diri dan bayinya.
c. Letting go : ibu sudah mulai menerima tanggung jawab akan peran barunya, ibu sudah menyesuaikan diri dengan ketergantungan bayinya, keinginan untuk merawat bayinya sudah meningkat pada fase ini.



Kehamilan


Pengertian Kehamilan

Kehamilan adalah kondisi dimana seorang wanita memiliki janin yang sedang tumbuh di dalam tubuhnya (yang pada umumnya di dalam rahim). Kehamilan pada manusia berkisar 40 minggu atau 9 bulan, dihitung dari awal periode menstruasi terakhir sampai melahirkan. Antenatal care atau pemeriksaan kehamilan ditujukan untuk menyiapkan baik fisik
maupun mental ibu di dalam masa kehamilan dan kelahiran serta menemukan kelainan dalam kehamilan dalam waktu dini sehingga dapat diobati secepatnya. Pemeriksaan kehamilan yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan angka kecacatan dan kematian baik ibu maupun janin.



Tanda dan Gejala Awal Kehamilan
  1. Tanda dan gejala pada masing-masing wanita hamil berbeda-beda. Ada yang mengalami gejala-gejala kehamilan sejak awal, ada yang beberapa minggu kemudian, atau bahkan tidak memiliki gejala kehamilan dini. Namun, tanda yang pasti dari kehamilan adalah terlambatnya periode menstruasi. Selain itu didapatkan tanda-tanda lain yaitu : Nyeri atau payudara yang terasa membesar, keras, sensitif dengan sentuhan. Tanda ini muncul dalam waktu 1-2 minggu setelah konsepsi (pembuahan). Dalam waktu 2 minggu setelah konsepsi, payudara seorang wanita hamil akan mengalami perubahan untuk persiapan produksi ASI yang dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron
  2. Mual pagi hari (morning sickness) umum terjadi pada triwulan pertama. Meskipun disebut morning sickness, namun mual dan muntah dapat terjadi kapan saja selama kehamilan. Penyebab mual dan muntah ini adalah perubahan hormonal yang dapat memicu bagian dari otak yang mengontrol mual dan muntah. Gejala ini dialami oleh 75% wanita hamil
  3. Mudah lelah, lemas, pusing, dan pingsan adalah gejala kehamilan yang disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah dalam kehamilan atau kadar gula darah yang rendah
  4. Sakit kepala pada umumnya muncul pada minggu ke-6 kehamilan yang disebabkan oleh peningkatan hormon
  5. Konstipasi (sulit BAB) terjadi karena peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan kontraksi usus menjadi lebih pelan dan makanan lebih lambat melalui saluran pencernaan
  6. Perubahan mood karena pengaruh hormon
  7. Bercak perdarahan. Terjadi ketika telur yang sudah dibuahi berimplantasi (melekat) ke dinding rahim sekitar 10-14 hari setelah fertilisasi (pembuahan). Tipe perdarahan umumnya sedikit, bercak bulat, berwarna lebih cerah dari darah haid, dan tidak berlangsung lama

Seorang wanita hamil harus memperhatikan beberapa hal, diantaranya :
1. Nutrisi dalam Kehamilan
2. Obat-obatan selama kehamilan
3. Olahraga selama kehamilan
4. Bekerja selama kehamilan
5. Berhubungan seksual selama kehamilan
6. Bepergian selama kehamilan
7. Merokok, alkohol, dan narkotik selama kehamilan



1. Nutrisi dalam kehamilan

Wanita hamil harus makan makanan bergizi yang memiliki banyak variasi. Kebutuhan kalori wanita hamil sebanyak 300 – 500 kkal/hari tergantung dari berat badan sebelum hamil,aktivitas, dan tipe kehamilan (1 bayi atau kembar). Selama kehamilan, peningkatan kalori makanan didapatkan melalui pilihan makanan sehat dan suplemen vitamin. Peningkatan berat badan yang normal selama kehamilan adalah 6,5 sampai 16 kg. Peningkatan berat badan optimal untuk wanita hamil dengan berat badan kurang sebanyak 18,2 kg, sedangkan untuk wanita hamil dengan berat badan berlebih tidak lebih dari 6,8 kg.

Selama triwulan pertama dan kedua, kenaikan berat badan terutama terjadi pada ibu yaitu peningkatan jumlah air dalam tubuh, sementara pertumbuhan janin terutama terjadi pada triwulan ketiga. Bila berat badan naik lebih dari semestinya, maka dianjurkan untuk mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak, sayur-mayur serta buah-buahan jangan dikurangi. Jenis makanan yang sehatdan variatif selama kehamilan diantaranya adalah :
  • Buah dan sayuran
  • Makanan mengandung karbohidrat seperti nasi, roti, kentang
  • Protein seperti daging, ikan, kacang
  • Makanan berserat yang dapat ditemukan di roti gandum, buah, sayur
  • Susu dan keju

Makanan yang tidak sehat atau berbahaya bagi janin yang dikandung diantaranya :
  • Hati dan produk hati. Mengandung vitamin A dosis tinggi yang bersifat teratogenik (menyebabkan cacat pada janin)
  • Makanan mentah atau setengah matang karena risiko toksoplasma
  • Ikan yang mengandung metilmerkuri dalam kadar tinggi seperti hiu, marlin, yang dapat mengganggu sistem saraf janin
  • Kafein yang terkandung dalam kopi, teh, coklat, kola dibatasi 300 mg per hari. Efek yang dapat terjadi diantaranya adalah insomnia (sulit tidur), refluks, dan frekuensi berkemih yang meningkat
  • Vitamin A dalam dosis > 20.000 – 50.000 IU/hari dapat menyebabkan kelainan bawaan Suplemen yang dianjurkan selama kehamilan
  • Asam folat. Asam folat yang dikonsumsi sebelum hamil dan selama kehamilan melindungi dari gangguan saraf pada janin (anensefali, spina bifida). Wanita hamil disarankan mengkonsumsi asam folat 400 μg/hari selama 12 minggu kehamilan karena kebutuhan asam folat tidak dapat dipenuhi hanya dari makanan
  • Zat besi. Zat besi adalah komponen utama dari hemoglobin yang bekerja mengangkut oksigen di dalam darah. Selama kehamilan, suplai darah meningkat untuk memberikan nutrisi ke janin. Suplemen besi yang dibutuhkan adalah 30 – 50 mg/hari dan disarankan pada wanita hamil dengan hemoglobin < 10 atau 10,5 g/dl pada akhir kehamilan. Selain suplemen, zat besi juga terkandung pada daging, telur, kacang, sayuran hijau, gandum, dan buah-buahan kering. Suplemen besi sebaiknya dikonsumsi diantara waktu makan dengan perut yang kosong atau diikuti jus jeruk untuk meningkatkan penyerapan
  • Kalsium. Kalsium penting di dalam mengatur kekuatan tulang wanita hamil dan pertumbuhan tulang bagi janin. Kalsium yang disarankan sebanyak 1200 mg untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Kalsium sebaiknya dikonsumsi ketika sedang makan, diikuti dengan jus buah yang kaya vitamin C untuk meningkatkan penyerapan

2. Obat-obatan Selama Kehamilan

Beberapa obat cukup aman untuk dikonsumsi selama kehamilan, namun bagaimanapun juga disarankan untuk mengkonsumsi obat sesedikit mungkin di dalam kehamilan untuk mengurangi faktor risiko efek samping obat pada janin.

3. Olahraga selama kehamilan

Latihan teratur selama kehamilan dapat mempersiapkan fisik maupun mental yang baik untuk persiapan persalinan maupun ketika bayi sudah lahir nanti. Merawat bayi baru lahir dapat mengakibatkan stress dan kelelahan. Latihan fisik secara teratur mencegah rasa tidak nyaman, meningkatkan tenaga, dan meningkatkan kesehatan.

KLIK ARTIKEL SELANJUTNYA
TANDA TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN


Rabu, 04 Januari 2012

Tanda Bahaya Kehamilan



Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkanbahwa ibu dan bayi dalam keadaan bahaya.( Uswhaya,2009:3)
TANDA BAHAYA KEHAMILAN
Menurut Kusmiyati dkk, 2008, kehamilan merupakan hal yangfisiologis. Namun kehamilan yang normal dapat berubah menjadi patologi. Salahsatu asuhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menapis adanya risikoini yaitu melakukan pendeteksian dini adanya komplikasi/ penyakit yang mungkinterjadi selama hamil muda.



Tanda Bahaya Kehamilan Trimester I meliputi:
  • Perdarahan pervaginam
  • Mual muntah berlebihan
  • Sakit kepala yang hebat
  • Penglihatan kabur
  • Nyeri perut yang hebat
  • Gerakan janin berkurang
  • Bengkak pada wajah, kaki dan tangan
  • Nyeri perut yang hebat
  • Selaput kelopak mata pucat
  • Demam tinggi
  • Kejang
  • Keluar air ketuban sebelum waktunya


PEMBAHASAN MENGENAI TANDA TANDA BAHAYA

Perdarahan pervaginam
Pengertian


Perdarahan yang terjadi pada masa kehamilan kurang dari 22 minggu. Pada masakehamilan muda, perdarahan pervaginam yang berhubungan dengan kehamilan dapatberupa: abortus, kehamilan mola, kehamilan ektopik.
Penanganan Umum


Siapkan fasilitas tindakan gawat darurat, lakukan pemeriksaan secara cepatkeadaan umum ibu, termasuk tanda vital (nadi, tekanan darah, respirasi, dantemperatur). Jika dicurigai adanya syok, segera lakukan tindakan meskipuntanda–tanda syok belum terlihat. Ingat bahwa saat melakukan evaluasi lebihlanjut kondisi ibu dapat memburuk dengan cepat. Jika terjadi syok, sangatpenting untuk segera memulai penanganan syok, yaitu pasang infus dan berikancairan intravena. Lakukan restorasi cairan darah sesuai dengan keperluan.(Saifuddin,2002: 18-19)

Macam–macam perdarahan pervaginam
  • Abortus
  • Kehamilan Mola


Abortus
Abortus adalah penghentian atau pengeluaran hasil konsepsi pada kehamilan 16minggu atau sebelum plasenta selesai.
Macam–macam abortus
  1. Abortus spontan adalah abortus yang terjadi secara alamiahtanpa interval luar (buatan) untuk mengakhiri kehamilan tersebut.Penanganannya: lakukan penilaian awal untuk segera menentukan kondisi pasien(gawat darurat, komplikasi berat, atau masih cukup stabil), segera upayakanstabilisasi pasien sebelum melakukan tindakan lanjutan (evaluasi medik ataumerujuk), temukan dan hentikan dengan segera sumber perdarahan, lakukanpemantauan ketat tentang kondisi pasca tindakan dan perkembangan lanjutan.(Sarwono, 2001: 145)
  2. Abortus provokatus (induced abortion)adalah abortusyang disengaja, baik dengan memakai obat–obatan mau pun alat–alat.
  3. Abortus medisinalis adalah abortus karena tindakan kitasendiri, dengan alasan bila kehamilan dilanjutkan, dapat membahayakan jiwa ibu(berdasarkan indikasi medis) biasanya perlu mendapat persetujuan 2 sampai 3 timdokter ahli.
  4. Abortus kriminalis adalah abortus yang terjadi oleh karenatindakan–tindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis.
  5. Abortus inkompletus (keguguran bersisa) adalah hanyasebagian dari hasil konsepsi yang dikeluarkan, yang tertinggal adalah desiduaatau plasenta. Penanganannya: bila ada tanda–tanda syok maka atasi dulu denganpemberian cairan dan tranfusi darah. Kemudian keluarkan jaringan secepatmungkin dengan metode digital dan kuretase. Setelah itu beri obat–obatuterotonika dan antibiotika.
  6. Abortus insipiens (keguguran sedang berlangsung) adalah:abortus yang sedang berlangsung, dengan ostium sudah terbuka dan ketuban yangteraba kehamilan tidak dapat dipertahankan lagi. Penanganannya: bila adatanda–tanda syok maka atasi dulu dengan pemberian cairan dan tranfusi darah.Kemudian keluarkan jaringan secepat mungkin dengan metode digital dan kuretase.Setelah itu beri obat–obat uterotonika dan antibiotika.
  7. Abortus imminens (keguguran membakat) adalah keguguranmembakat dan akan terjadi. Dalam hal ini keluarnya fetus masih dapat dicegahdengan memberikan obat–obat hormonal dan anti spasmodika serta istirahat.Penanganan: tidak perlu pengobatan khusus atau tirah baring total, janganmelakukan aktivitas fisik berlebihan atau hubungan seksual, jika: perdarahanberhenti lakukan asuhan antenatal seperti biasa. Lakukan penilaian jikaperdarahan terjadi lagi.Perdarahan terus berlangsung nilai kondisi janin (ujikehamilan atau USG) lakukan konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain.
  8. Missed abortion adalah keadaan dimana janin sudah mati,tetapi tetap berada dalam rahim dan tidak dikeluarkan selama 2 bulan ataulebih. Penanganan: berikan obat dengan maksud agar terjadi his sehingga fetusdan desidua dapat dikeluarkan, kalau tidak berhasil lakukan dilatasi dankuretase. Hendaknya juga diberikan uterotonika dan antibiotika.(Mohctar, 1998 :211–212)


Mola Hidatidosa
Pada trimester I gambaran mola hidatidosa tidak spesifik, sehingga sering kalisulit dibedakan dari kehamilan anembrionik, missed abortion, abortusinkompletus, atau mioma uteri.(Sarwono, 2007 : 142)
Penanganan umum: jika diagnosis kehamilan mola telah ditegakkan,lakukan evaluasi uterus, segera lakukan evakuasi jaringan mola dan sementaraproses evakuasi berlangsung berikan infus 10 unit oksitosin dalam 500 ml cairanIV (NaCl atau Ringer Laktat) dengan kecepatan 40-60 tetes per menit (sebagaitindakan preventif terhadap perdarahan hebat dan efektifitas kontraksi terhadappengosongan uterus secara cepat).(Saifudin,2002:17)

Mual Muntah Berlebihan
Pengertian
  • Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar dansering kedapatan pada kehamilan trimester I. Mual biasa terjadi pada pagi hari,tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejala–gejala ini kuranglebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsungselama kurang lebih 10 minggu.
  • Mual dan muntah terjadi pada 60-80 % primigravida dan 40-60 % multigravida.Satu diantara seribu kehamilan, gejala–gejala ini menjadi lebih berat. Perasaanmual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG dalamserum. Pengaruh fisiologik kenaikan hormon ini belum jelas, mungkin karenasistem saraf pusat atau pengosongan lambung yang berkurang. Pada umumnya wanitadapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun demikian gejala mual muntahyang berat dapat berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan sehari-hari menjaditerganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan inilah disebut hiperemisisgravidarum. Keluhan gejala dan perubahan fisiologis menentukan berat ringanyapenyakit.(Sarwono, 2005: 275)



Penanganan Umum
Mual muntah dapat diatasi dengan:
  • Makan sedikit tapi sering
  • Hindari makanan yang sulit dicerna dan berlemak
  • Jaga masukan cairan, karena cairan lebih mudah ditolelirdaripada makanan padat.
  • Selingi makanan berkuah dengan makanan kering. Makan hanyamakanan kering pada satu waktu makan, kemudian makanan berkuah pada waktuberikutnya.
  • Jahe merupakan obat alami untuk mual. Cincang dan makanbersama sayuran serta makanan lain.
  • Isap sepotong jeruk yang segar ketika merasa mual
  • Hindari hal–hal yang memicu mual, seperti bau, gerakan ataubunyi
  • Istirahat cukup
  • Hindari hal–hal yang membuat Anda berkeringat ataukepanasan, yang dapat memicu rasa mual (Curtis, 2000:28)


Komplikasi
Jika muntah terus menerus bisa terjadi kerusakan hati. Komplikasi lainya adalahperdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketikapenderita muntah. (Rochjati, 2003:2)
Sakit Kepala Yang Hebat


Sakit kepala 
yang bisa terjadi selama kehamilan, dan sering kali merupakanketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukan suatumasalah serius dalam kehamilan adalah sakit kepala yang hebat, menetap dantidak hilang dengan beristirahat. Terkadang sakit kepala yang hebat tersebut,ibu mungkin menemukan bahwa penglihatanya menjadi kabur atau terbayang. Hal inimerupakan gejala dari pre-eklamsia dan jika tidak diatasi dapat menyebabkankejang maternal, stroke, koagulopati dan kematian. (Uswhaaya, 2009: 4-5)

Penanganan Umum
  • Jika ibu tidak sadar atau kejang, segera mobilisasi seluruhtenaga yang ada dan siapkan fasilitas tindakan gawat daruratan.
  • Segera lakukan observasi terhadap keadaan umum termasuktanda vital (nadi, tekanan darah, dan pernafasan) sambil mencari riwayatpenyakit sekarang dan terdahulu dari pasien dan keluarganya. (Saifuddin, 2002 :33)


Komplikasi
Nyeri kepala pada masa hamil dapat merupakan gejala pre-eklampsia, suatupenyakit yang terjadi hanya pada wanita hamil, dan jika tidak diatasi dapatmenyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dan kematian.(Irma, 2002:4)
Penglihatan Kabur


Penglihatan menjadi kabur atau berbayang 
  • dapat disebabkan oleh sakit kepalayang hebat, sehingga terjadi oedema pada otak dan meningkatkan resistensi otakyang mempengaruhi sistem saraf pusat, yang dapat menimbulkan kelainan serebral(nyeri kepala, kejang), dan gangguan penglihatan.
  • Perubahan penglihatan atau pandangan kabur, dapat menjadi tanda pre-eklampsia.Masalah visual yang mengidentifikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalahperubahan visual yang mendadak, misalnya penglihatan kabur atau berbayang,melihat bintik-bintik (spot), berkunang-kunang.
  • Selain itu adanya skotama, diplopia dan ambiliopia merupakan tanda-tanda yangmenujukkan adanya pre-eklampsia berat yang mengarah pada eklampsia. Hal inidisebabkan adanya perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan di kortekscerebri atau didalam retina (oedema retina dan spasme pembuluh darah).(Uswhaaja, 2009: 5)


Penanganan Umum
  • Jika tidak sadar atau kejang. Segera dilakukan mobilisasiseluruh tenaga yang ada dan menyiapkan fasilitas tindakan gawat darurat.
  • Segera dilakukan penilaian terhadap keadaan umum termasuktanda–tanda vital sambil menanyakan riwayat penyakit sekarang dan terdahuludari pasien atau keluarganya.(Saifuddin, 2002: 33)
  • Komplikasi
  • Komplikasi yang ditimbulkan antala lain kejang dan eklamsia


Bengkak Pada Wajah, Kaki dan Tangan
  • Oedema ialah penimbunan cairan yang berlebih dalam jaringan tubuh, dan dapatdiketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan danmuka. Oedema pretibial yang ringan sering ditemukan pada kehamilan biasa,sehingga tidak seberapa berarti untuk penentuan diagnosis pre-eklampsia. Hampirseparuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanyahilang setelah beristirahat atau meninggikan kaki. 
  • Oedema yang mengkhawatirkanialah oedema yang muncul mendadak dan cenderung meluas. Oedema biasa menjadimenunjukkan adanya masalah serius dengan tanda-tanda antara lain: jika munculpada muka dan tangan, bengkak tidak hilang setelah beristirahat, bengkakdisertai dengan keluhan fisik lainnya, seperti: sakit kepala yang hebat,pandangan mata kabur dll. Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagaljantung atau pre-eklampsia.(Uswhaaja, 2009: 5-6)


Penanganan Umum
  • Istirahat cukup
  • Mengatur diet, yaitu meningkatkan konsumsi makanan yangmengandung protein dan mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat sertalemak.
  • Kalau keadaan memburuk namun memungkinkan dokter akanmempertimbangkan untuk segera melahirkan bayi demi keselamatan ibu danbayi.(Hendrayani, 2009:3)


Komplikasi
Kondisi ibu disebabkan oleh kehamilan disebut dengan keracunan kehamilan dengantanda–tanda oedema (pembengkakan) terutama tampak pada tungkai dan muka,tekanan darah tinggi dan dalam air seni terdapat zat putih telur padapemeriksaan urin dan laboratorium. (Rochjati, 2003:2)

Gerakan Janin Berkurang
  • Ibu tidak merasakan gerakan janin sesudah kehamilan 22 minggu atau selamapersalinan.


Penanganan Umum
  • Memberikan dukungan emosional pada ibu
  • Menilai denyut jantung janin (DJJ): a) Bila ibu mendapatsedative, tunggu hilangnya pengaruh obat, kemudian nilai ulang; b) Bila DJJtidak terdengar minta beberapa orang mendengarkan menggunakan stetoskopDoppler. (Saifuddin, 2002 : 109)


Komplikasi
Komplikasi yang timbul adalah IUFD dan featal distress
Nyeri Perut Yang Hebat


Nyeri perut 
  • pada kehamilan 22 minggu atau kurang. Hal ini mungkin gejala utamapada kehamilan ektopik atau abortus. (Saifuddin, 2002: 98)


Penanganan Umum
  • Lakukan segera pemeriksaan umum meliputi tanda vital (nadi,tensi, respirasi, suhu)
  • Jika dicurigai syok, mulai pengobatan sekalipun gejala syoktidak jelas, waspada dan evaluasi ketat karena keadaan dapat memburuk dengancepat.
  • Jika ada syok segera terapi dengan baik (Saifuddin, 2002:98)


Komplikasi
  • Komplikasi yang dapat timbul pada nyeri perut yang hebat antara lain: kehamilanektopik; pre-eklampsia; persalinan prematur; solusio plasenta; abortus; rupturuteri imminens (Irma,2008:7)


Keluar Air Ketuban Sebelum Waktunya
Keluarnya cairan berupa air dari vagina setelah kehamilan 22 minggu, ketubandinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan berlangsung.Pecahnya selaput ketuban dapat terjadi pada kehamilan preterm sebelum kehamilan37 minggu maupun kehamilan aterm.

Penanganan Umum
  1. Konfirmasi usia kehamilan, kalau ada dengan USG
  2. Dilakukan pemeriksaan inspekulo (dengan speculum DTT) untukmenilai cairan yang keluar (jumlah, warna,bau) dan membedakan dengan urin.
  3. Jika ibu mengeluh perdarahan akhir kehamilan (setelah 22minggu), jangan lakukan pemeriksaan dalam secara digital.
  4. Mengobservasi tidak ada infeksi
  5. Mengobservasi tanda–tanda inpartu (Saifuddin, 2002: 112)


Komplikasi
  • Perdarahan pervaginam dengan nyeri perut, pikirkan solusioplasenta
  • Tanda–tanda infeksi (demam, cairan vagina berbau)
  • Jika terdapat his dan darah lendir, kemungkinan terjadipersalinan preterm (Saifuddin, 2002: 114)


Kejang
Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan terjadinyagejala–gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga muntah. Bila semakinberat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun kemudian kejang. Kejangdalam kehamilan dapat merupakan gejala dari eklamsia

Penanganan
  • Baringkan pada sisi kiri tempat tidur arah kepaladitinggikan sedikit untuk mengurangi kemungkinan aspirasi secret, muntahan,atau darah
  • Bebaskan jalan nafas
  • Hindari jatuhnya pasien dari tempat tidur
  • Lakukan pengawasan ketat (Saifuddin, 2002:34)


Komplikasi
Komplikasi yang dapat timbul antara lain: syok, eklamsia, hipertensi,proteinuria (Saifuddin, 2002:34)
Demam Tinggi


Ibu hamil menderita deman dengan suhu tubuh lebih 38° C
dalam kehamilanmerupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya infeksidalam kehamilan.

Penanganan Umum
Demam tinggi dapat ditangani dengan: istirahat baring, minum banyak, kompresuntuk menurunkan suhu. (Saiffudin, 2002: 84)

Komplikasi
Komplikasi yang ditimbulkan akibat mengalami demam tinggi antara lain: sistitis(infeksi kandung kencing), pielonefritis Akut (infeksi saluran kemih atas).(Saifuddin, 2002:86)
Selaput Kelopak Mata Pucat


Anemia 
adalah masalah medis yang umum terjadi pada banyak wanita hamil. Jumlahsel darah merah dalam keadaan rendah, kuantitas dari sel–sel ini tidak memadaiuntuk memberikan oksigen yang dibutuhkan oleh bayi.
Anemia sering terjadi pada kehamilan karena volume darah meningkat kira–kira50% selama kehamilan. Darah terbuat dari cairan dan sel. Cairan tersebutbiasanya meningkat lebih cepat daripada sel- selnya. Hal ini dapatmengakibatkan penurunan hematokrit (volume, jumlah atau persen sel darah merahdalam darah). Penurunan ini dapat mengakibatkan anemia.

Penanganan
Anemia dapat ditangani dengan minum tablet zat besi dan istirahat cukup.(Curtis, 2000: 47)
Komplikasi
Komplikasi anemia dalam kehamilan memberikan pengaruh langsung terhadap janinsedangkan komplikasi pada kehamilan trimester I yaitu anemia dapat menyebabkanterjadinya missed abortion, kelainan kongenital, abortus/ keguguran. (Ayurai,2009: 4).


Referensi :
Curtis,G.B.2002. Tanya Jawab Seputar Kehamilan. Jakarta.
Hanifa, W. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Irma. 2008. Tanda Bahaya Kehamilan. http:// www.masdanang.co.cc Juni20, 3:50 am
Kusmiyati, Y. DKK. 2008. Perawatan Ibu Hamil.Jakarta
Masdanang.2008. Tanda Bahaya Kehamilan. http:// www.masdanang.co.ccJune 20, 2008 – 3:41 am
Mochtar, R. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta. EGC
Nurweni, 2009. Gambaran Tingkat pengetahuan Ibu Hamil PrimigravidaTrimester I Tentang Tanda Bahaya Kehamilan di RB Citra Prasasti I KecamatanMojolaban Kabupaten Sukoharjo. Karya Tulis Ilmiah.
Prawirohardjo, 2001. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta.Yayasan Bina Pustaka

 

Download Templates